Kesalahan Dalam Mengontrol Aktiva Tetap

Home / Uncategorized / Kesalahan Dalam Mengontrol Aktiva Tetap

Dalam akuntansi keuangan, aktiva tetap tadinya dicatat pada ongkos perolehan, dan ongkos ini dihapuskan sepanjang umur hemat aktiva melewati penyusutan. Hampir seluruh perusahaan memakai pendekatan yang sama dalam mengukur profitabilitas atas dasar aktiva tetap dari unit usaha. Hal ini mengakibatkan permasalahan serius dalam pemakaian sistem itu untuk tujuan yang dimaksudkan. Permasalahan itu akan diteliti pada bagian-bagian berikut.

Kas

Sebagian besar perusahaaan mengendalikan kas secara terpusat sebab pengendalian pusat memungkinkan pemakaian saldo kas lebi kecil daripada andai setiap unit usaha memegang sisa kas yang dibutuhkannya guna menyeimbangkan perbedaan antara arus kas masuk dengan arus kas keluar. Beberapa perusahaan melalaikan unsur kas dalam dasar investasi. Alasannya bahwa sebab jumlah kas itu mendekati keharusan lancar (current liabilities). Maka jumlah piutang perusahaan bakal mendekati jumlah modal kerja working capital.

Piutang

Manajer unit usaha dapat memprovokasi tingkat piutang secara tidak langsung, melalui keterampilan mereka guna menghasilkan penjualan secara tidak langsung melewati penetapan persyaratan kredit dan persetujuan atas kredit individual dan batas kredit. Memasukkan bagian piutang pada harga jual atau pada harga pokok penjualan adalah dengan memasukkan piutang pada nilai buku, yang adalah harga jual dikurangi penyisihan atas piutang tak tertagih.

Persediaan

Persediaan dibutuhkan yaitu disalin pada jumlah akhir periode. Persediaan barang dalam proses (work in process) didanai melewati pembayaran dimuka (advance payment) atau pembayaran angsuran (progress payment) dari konsumen. Pembayaran itu akan dikurangi dari jumlah persediaan kotor (gross inventory amounts), atau diadukan sebagai kewajiban.

Modal Kerja Secara Umum

Perlakuan atas modal kerja paling bervariasi. Terdapat perusahaan yang memasukkan semua aktiva fasih kedalam dasar investasi dan tidak mengeliminasi keharusan lancar. Metode tersebut ialah beralasan dari sudut pandang motivasional andai unit-unit usaha tidak dapat memprovokasi utangatau keharusan lancar lainnya. Namun ada perusahaan yangseluruh keharusan lancar bisa dikurangkan dari aktiva lancar.

Aktiva Tetap yang Menganggur

Jika sebuah unit usaha mempunyai aktiva yang menganggur (idle asset) yang dapat dipakai oleh unit lain, maka unit usaha itu dapat diizinkan untuk menerbitkan aktiva itu dari dasar investasinya. Tujuannya ialah untuk mendorong semua manajer unit usaha untuk melepas aktiva menganggur ke unit lain yang barangkali memerlukan. Tetapi, andai aktiva tetap itu tidak dapat dipakai oleh unit lain, maka pemberian izin guna menjual/ mengubah aktiva itu akan memunculkan tindakan-tindakan yang disfungsional.

Aktiva Tidak Berwujud

Beberapa perusahaan ingin melaksanakan riset dan mengembangkan (R&D) yang intensif, sementara lainnya ingin fokus pada pemasaran. Ada deviden dalam mengkapitalisasi aktiva tidak berwujud seperti R&D dan pemasaran, serta lantas mengamortisasinya sekitar masa manfaatnya. Metode itu akan mengubah teknik para manajer unit usaha memandang pengeluaran semacam ini.

Kewajiban Tidak Lancar

Terkadang sebuah unit usaha menerima modal permanennya dari kelompok dana korporat. Korporat mendapat dana itu dari pemberian pinjaman, investor modal, dan laba ditahan. Untuk unit usaha, jumlah total dari dana tersebut ialah relevan namun tidak dengan sumber daya darimana dana itu berasal.

Adapun sejumlah penyebab kekeliruan yang menyebabkan jumlah neraca sisa tidak sebanding adalah:

1. Kesalahan saat merangkai neraca saldo:

a. Kesalahan dalam menjumlahkan di antara sisi neraca saldo

b. Jumlah saldo estimasi salah dimana ditulis dalam neraca saldo

c. Saldo debet perkiraan disalin pada sisa kredit, begitu pun sebaliknya

2. Kesalahan menghitung sisa perkiraan:

a. Kesalahan menghitung sisa perkiraan

b. Salah memasukkan sisa ke dalam kolom saldo

3. Kesalahan dalam memposting transaksi menuju buku besar:

a. Kesalahan jumlah yang telah dibukukan

b. Jurnal debet dibukukan menuju kredit, dan sebaliknya

c. Lupa dalam membukukan jurnal

Anda sedang membutuhkan software akuntansi yang dapat memantau aktiva tetap hingga perhitungan penyusutannya ? Key Accounting & Management Software merupakan pilihan yang tepat untuk anda.

Related Posts
KonsinyasiKode Barang $zopim( function() { })