Menentukan Promosi & Cara Monitoringnya

Home / Blog / Menentukan Promosi & Cara Monitoringnya

Bagi anda yang memiliki usaha berupa penjualan produk atau jasa, maka promosi merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan. Apabila dilihat dari salah satu sumber, definisi promosi merupakan kegiatan dalam bidang marketing dalam bentuk komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan konsumen atau pembeli sebagai target mereka. Bentuk komunikasi ini memuat bujukan, pemberitaan dan mempengaruhi segala sesuatunya yang berhubungan dengan jasa atau barang yang dihasilkan untuk konsumen.

Lalu, apakah tujuan dari promo itu sendiri? Ada beberapa tujuan yang bisa kaitkan dengan tujuan promo. Namun sudah jelas bahwa tujuan utama dari sebuah kegiatan promo adalah untuk membuat barang atau jasa menjadi lebih dikenal oleh masyarakat sehingga diharapkan penjualan pun akan meningkat yang akan berimbas pada keuntungan yang lebih besar.

Faktanya, meskipun terlihat sama, ternyata promosi pun terdiri dari beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan juga jenis usaha anda. penting bagi anda untuk mengetahui berbagai jenis promo ini sehingga anda akan menemukan satu yang tepat untuk usaha yang anda miliki.

Di bawah ini merupakan beberapa jenis promosi yang seringkali digunakan oleh perusahaan barang atau jasa.

  1. Periklanan atau advertising

Ini merupakan salah satu bentuk promosi non personal yang dilakukan dengan cara menggunakan berbagai macam media. Tujuan dari promo ini adalah untuk meninkatkan pembelian. Untuk melakukan promo dalam bentuk advertising ini, semua perusahaan bisa memanfaatkannya seperti lembaga atau institusi, periklanan merek, periklanan jenis barang tertentu seperti iklan layana masyarakat dan lain sebagainya.

  1. Periklanan Penjualan

Cara promo ini dilakukan pada kesempatan kesempatan tertentu. Periklanan penjualan pun dibedakan lagi menjadi beberapa jenis seperti:

  • Penjualan Tatap Muka atau Personal Selling. Ini merupakan bentuk sebuah promosi antara penjual dengan calon konsumen atau pembeli. Penjual biasanya memperkenalkan sebuah produk kepada target pembeli dan membentuk sebuah pemahaman kepada pembeli yang nantinya diharapkan pembeli akan tertarik dan membeli produk tersebut.

Biasanya, promo penjualan ini memiliki beberapa ciri khas seperti adanya kontak secara langsung dengan pembeli atau konsumen, adanya tanggapan atau reaksi secara langsung dari konsumen, dapat mempererat hubungan antara penjual dan juga konsumen terlebih lagi apabila sikapnya memuaskan. Namun memang, cara promo yang satu ini membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi.

  1. Publisitas

Ini merupakan sebuah usaha non-personal dengan cara membuat berita komersial semenarik mungkin tentang sebuah produk. Tujuannya adalah untuk merangsang permintaan akan sebuah prodyk. Media yang digunakan bisa media cetak, media elektronik hingga hasil wawancara yang bisa disiarkan dalam beberapa media tersebut.

  1. Penjualan atau Sales Promosi

Bentuk promo ini merupakan bentuk di luar ketiga jenis promo diatas yang ditujukan untuk meningkatkan pembelian konsumen akan barang atau jasa yang ditawarkan. Biasanya, cara promosi ini dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti pertunjukan, pameran, demonstrasi, peragaan dan lain sebagainya.

Promo penjualan ini bisa dilakukan atau dibedakan menjadi beberapa jenis seperti:

  • Promosi Konsumen seperti misalnya kupon hadiah pembelian, demonstrasi dan lain sebagainya
  • Promosi Dagang mislanya dalam bentuk kredit pembelian periklanan bersama
  • Promosi Bisnis, contohnya kontes penjualan, sponsor pertunjukan dan lain sebagainya

Itulah beberapa jenis promosi yang ada dan seringkali digunakan oleh beberapa perusahaan. Kini tinggal anda yang harus memilih promo yang tepat sesuai dengan jenis dan kebutuhan bisnis anda sendiri.

Jika anda membutuhkan software akuntansi untuk membantu mengatur sistem penjualan dan promo pada perusahaan anda, silahkan menghubungi konsultan Key Accounting Software

Related Posts
membatasi credit limit piutang customerCara Mengontrol Stock Barang $zopim( function() { })